Modul 4 (Prosedur Percobaan)
[Kembali Ke Menu Sebelumnya]
PROSEDUR PERCOBAAN
A. Persiapan Alat dan Komponen
Sebelum memulai perakitan, pastikan seluruh komponen berikut tersedia:
- Water Level (Sensor Ketinggian Air)
- Rain Sensor
- IC Op-Amp LM741
- IC Op-Amp TL082
- Transistor D882 dan BC547
- Relay
- Potensiometer 1kΩ
- Resistor
- Dioda
- Kapasitor
- Jack Converer DC
- Pompa Air
- Baterai atau Power Supply 5V dan 12V DC
- Kabel Jumper dan Breadboard
- Multimeter untuk Pengukuran Pegangan
- LED hijau
- Buzzer
B. Tahapan Perakitan Rangkaian WATER (Sensor Ketinggian Air)
1. Sensor Water Level (WATER)
Diletakkan vertikal di dalam tangki untuk mendeteksi tinggi air.
- Pin Vcc → +5V
- Pin GND → Ground
- Pin Output → Input non-inverting (+) IC TL082 Detektor (pin 3)
- RV1 → wiper dihubungkan ke test pin water sensor untuk mendeteksi ketinggian air kolam
- RV2 → dihubungkan ke +5V dan ground, wiper ke input inverting (-)
- Hubungkan ke +5V dan ground
- Terminal tengah (wiper) → Input inverting (−) IC TL082 Detektor (pin 2)
- Berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi (Vref)
- Pin 4 → -15V
- Pin 8 → +15V
- Pin 3 (+) → Output sensor
- Pin 2 (−) → Potensiometer 1k
- Pin 1 → Resistor basis transistor (R 10kΩ)
4. Transistor NPN (D882)
- Basis → Output op-amp (melalui resistor 10kΩ)
- Emitor → Ground
- Kolektor → Salah satu sisi koil relay
- Salah satu sisi koil → Kolektor transistor
- Sisi lain koil → +12V
- Kontak relay dihubungkan ke pompa air sebagai beban dan led sebagai indikator
- Dipasang paralel antara +5V dan ground
- Berfungsi menstabilkan tegangan sensor
C. Tahapan Perakitan Rangkaian Rain Sensor
1. Pemasangan Rain Sensor
- Pin Vcc → +5V
- Pin GND → Ground
- Pin Vout → Input non-inverting (+) op-amp dan inverting (−) op-amp
- Berfungsi mendeteksi adanya tetesan air hujan atau air yang mengenai permukaannya
2. Op-Amp LM741 (Voltage Follower)
- Pin 7 → +12V, Pin 4 → -12V
- Pin 3 → output sensor
- Pin 2 → Basis Transistor (Voltage follower
- Output (pin 6) → Basis transistor (melalui resistor pembatas arus)
4. Transistor NPN (BC547)
- Basis → Output op-amp (via resistor 10kΩ)
- Emitor → Ground
- Kolektor → Koil relay
- Aktif jika VBE ≥ 0,7V
5. Relay (RL1)
- Salah satu sisi koil → Kolektor transistor
- Sisi lain → +12V
- RL1 Menghidupkan buzzer
6. Beban Output
- Buzzer terhubung ke kontak RL1 → aktif saat rain sensor terdeteksi air
D. Pemeriksaan Awal
- Periksa kembali seluruh sambungan, polaritas komponen, dan nilai resistor.
- Pastikan semua jalur ground tersambung dengan baik antara sensor, op-amp, dan transistor.
- Nyalakan catu daya dan ukur tegangan output dari WATER dan rain Sensor dengan multimeter.
- Jika tegangan output sensor berubah sesuai kondisi, perhatikan apakah relay aktif dan pompa menyala.
E. Pengujian Sistem
1. Pengujian Sensor Water Level (WATER)
- Siapkan air dan pastikan probe sensor terpasang.
- Teteskan air secara perlahan hingga menyentuh probe sensor.
- Amati perubahan tegangan output sensor saat air menyentu probe sensor serta perubahan status relay/pompa.
- Catat tegangan output dan level air saat indikator aktif (pompa menyala menandakan level air ≥ 50%).
2. Pengujian Rain Sensor
- Hubungkan rain sensor ke rangkaian sesuai skematik (Vcc = +5V, GND, dan Vout ke input op-amp).
- Gunakan tetesan air atau penuhkan kotak agar sensor nya bekerja
- Amati perubahan tegangan output rain sensor dan kondisi relay berubah
- buzzer aktif tanda sensor bekerja
3. Pengujian Gabungan
- Lakukan uji simultan dengan peningkatan suhu dan keberadaan air.
- Amati kecepatan respons sistem dan keandalan kerja relay.
Komentar
Posting Komentar