Modul 1 Laporan Akhir
JURNAL PRATIKUM
KARAKTERISTIK DIODA
Jurnal Praktikum Karakteristik Dioda
Nama : Dehan Ari Kurniawan
No BP : 2410952011
Tanggal Praktikum : 21 Oktober 2025
Asisten : Muhammad Faiz Nurahmantyo
Yosep Salfador Sitompul
A. Percobaan Karakteristik Dioda
Vd | Id | Resistor | Gelombang | |
Input | Output | |||
3,7 V |
0,19 mA | 220 Ω | ||
3,65 V |
0,17 mA | 330 Ω | ||
B. Percobaan Dioda Zener
Resistor | Vd | Id |
220 Ω | 2,4 V | 0,24 mA |
330 Ω | 2,3 V | 0,24 mA |
470 Ω | 2,2 V | 0,24 mA |
C. Half Bridge Rectifier
Vin | Resistor atau Kapasitor | Gelombang Output |
6 V | 220 Ω |
|
470 Ω |
| |
1000 uF |
D. Full Bridge Rectifier
Vin | Resistor atau Kapasitor | Gelombang Output |
6 V | 220 Ω |
|
470 Ω |
| |
1000 uF |
|
Dioda adalah komponen semikonduktor fundamental yang bekerja berdasarkan struktur Sambungan P-N (P-N Junction). Prinsip kerjanya yang paling utama adalah sebagai penyearah atau katup satu arah, yang berarti ia hanya memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah dan menghambatnya dari arah sebaliknya.
Cara kerja ini diatur oleh dua kondisi yang disebut bias:
Forward Bias (Bias Maju): Ketika kutub positif sumber tegangan dihubungkan ke Anoda dan kutub negatif ke Katoda, dioda bertindak seperti saklar tertutup (ON), sehingga arus listrik dapat mengalir melaluinya dengan mudah.
Reverse Bias (BiasMundur): Ketika kutub positif dihubungkan ke Katoda dan kutub negatif ke Anoda, dioda bertindak seperti saklar terbuka (OFF), sehingga secara efektif memblokir aliran arus.
Sifat dasar sebagai "katup searah" ini menjadi dasar bagi dua fungsi utama dalam dunia elektronika:
1. Mengubah Arus AC menjadi DC (Penyearahan)
Kemampuan dioda yang hanya melewatkan arus satu arah menjadikannya komponen ideal untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
Penyearah Setengah Gelombang: Menggunakan satu dioda untuk melewatkan hanya setengah dari siklus gelombang AC (misalnya, hanya bagian positifnya) dan memblokir setengah lainnya. Ini adalah metode penyearahan paling sederhana, namun kurang efisien.
Penyearah Gelombang Penuh: Menggunakan empat dioda dalam konfigurasi jembatan (bridge). Rangkaian ini secara cerdas memanfaatkan kedua siklus gelombang AC (positif dan negatif), mengarahkannya agar arus selalu mengalir dalam satu arah yang sama melalui beban. Hasilnya adalah DC yang lebih stabil dan efisien.
2. Menstabilkan Tegangan (Regulasi)
Terdapat jenis dioda khusus, yaitu Dioda Zener, yang dirancang dengan properti unik pada kondisi reverse bias.
Tidak seperti dioda biasa, dioda Zener akan sengaja "tembus" (breakdown) dan mengalirkan arus jika tegangan panjar mundurnya mencapai nilai spesifik yang disebut Tegangan Zener (VZ). Selama kondisi ini, dioda Zener mampu menjaga tegangan di antara terminalnya agar tetap konstan, sehingga berfungsi sebagai regulator atau penstabil tegangan yang andal.
1. Penjelasan Kondisi
2. Percobaan Karakteristik Dioda
3. Percobaan Karakteristik Dioda Zener
1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Jawab :
Pada rangkaian forward bias, ketika tegangan input masih rendah, dioda belum menghantarkan aruskarena belum mencapai tegangan ambang. Saat tegangan meningkat hingga mendekati sekitar 0,7 V (untuk silikon), dioda mulai konduksi dan arus bertambah secara signifikan. Setelah dioda menghantarkan, tegangan diodanya cenderung stabil di sekitar nilai ambang tersebut, sementara kenaikan tegangan input berikutnya akan lebih banyak menyebabkan peningkatan arus dalam rangkaian daripada perubahan tegangan dioda.
2. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Jawab :
Pada rangkaian reverse bias, saat tegangan input dinaikkan, dioda tetap tidak menghantarkan sehingga arus sangat kecil atau hampir nol. Tegangan input seluruhnya jatuh pada dioda. Namun, jika tegangan melebihi batas breakdown, dioda mulai menghantarkan arus besar secara tiba-tiba. Jadi, sebelum titik tembus, arus hampir konstan, sedangkan tegangan dioda meningkat sesuai tegangan input.
3. Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Jawab :
Pada percobaan, Dioda Zener bertindak seperti dioda biasa pada kondisi forward bias dan dapat bekerja dalam keadaan reverse bias dengan mempertahankan tegangan yang stabil di sekitar tegangan breakdown saat arus yang lebih besar dialirkan.
4. Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Jawab :
Gelombang output pada osiloskop menunjukkan bentuk setengah gelombang positif yang berulang, sesuai dengan karakteristik rangkaian Half Wave Rectifier. Terlihat bahwa hanya bagia positif dari sinyal AC yang dilewatkan, sedangkan bagian negatifnya terpotong sehingga menghasilkan pulsa-pulsa dengan jarak antar puncak yang sama dengan periode sinyal AC sumber.
5. Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Jawab :
Pada gambar osiloskop terlihat bahwa gelombang output berbentuk denyut positif kontinu tanpa bagian negatif, yang sesuai dengan karakteristik rangkaian Full Bridge Rectifier. Sinyal AC dari sumber telah melalui penyearahan penuh sehingga kedua setengah siklus (positif dan negatif) diubah menjadi tegangan positif. Hal ini menyebabkan frekuensi gelombang output menjadi dua kali lipat dari frekuensi input AC
1. Laporan Akhir [klik]
2. Rangkaian Half Bridge Reactifier [klik]
3. Video Penjelasan Kondisi [klik]
4. Download Datasheet Multimeter [klik]
5. Download Datasheet Resistor [klik]
6. Download Datasheet Kapasitor [klik]
7. Download Darasheet Osiloskop [klik]
Komentar
Posting Komentar