Laporan Akhir Modul 4
Jurnal Praktikum RLC Seri dan RLC Paralel
Nama : Dehan Ari Kurniawan
No BP : 2410952011
Tanggal Praktikum : 27 Mei 2025
Asisten : Salwa Salsabila
Putri Aulia Hasanah
1. RC Seri
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 6,04 V | 0.0243 A | 1,481 V | 248,5 Ω |
Xb = 100 Ω | 1,475 V | |||
Xc = 10 uF | 5,08 V |
2. RLC Seri
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 6,03 V | 0.0294 A | 0,014 V | 205,1 Ω |
Xb = 1 mH | 6,04 V | |||
Xc = 10 uF | 0,014 V |
3. RLC Paralel
Beban | V terukur | I terukur | 11 | 12 | 13 | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ω | 6,04 V | 18.8 A | 0.081 A | 0.081 A | 0.081 A | 6 V | 0,3212 Ω |
Xb = 1 mH | 6,04 V | 18.8 A | 17.9 A | 17.9 A | 17.9 A | 6 V | 0,3212 Ω |
Xc = 10 uF | 6,04 V | 18.8 A | 0.029 A | 0.029 A | 0.029 A | 6 V | 0,3212 Ω |
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
• Xa = 100 ohm
• Xb = 100 ohm
• Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang
ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
2. RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana
pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = L2 = 1 mH
Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk
rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang
ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat
pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi
rangkaian RLC seri
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC.
3. RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana
pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = 100 ohm
Xc = 100 ohm
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk
rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang
ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan,
catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi
rangkaian RLC paralel
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.
1. RC dan RLC Seri
- Resistansi(R) : Tidak mengubah sudut fasa. Arus sefase dengan tegangan (ϕ = 0°).
- Induktor(L) : Menyebabkan arus tertunda (lagging) terhadap tegangan. Sudut fasa positif (ϕ > 0°).
- Kapasitor(C) : Menyebabkan arus mendahului tegangan. Sudut fasa negatif (ϕ < 0°).
- Rangkaian RLC : Sudut fasa tergantung selisih reaktansi induktif dan kapasitif

.png)
.png)


Komentar
Posting Komentar