Laporan Akhir Modul 3



1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Hukum Ohm, Hukum Kirchoff, Voltage & Current Divider, Mesh, Nodal,Thevenin

Nama                         : Dehan Ari Kurniawan

No BP                        : 2410952011

Tanggal Praktikum    : 6 Mei 2025

Asisten                      : Nanda Zahril Pisya

                                    Alfi Syukri


1.     Hukum ohm

R terbaca

V

I

R perhitungan

560 Ω

12.28 V

20 mA

614 Ω

1000 Ω

12.33 V

11 mA

1120.9 Ω

1200 Ω

12.34 V

10 mA

1234 Ω


2.     Hukum kirchoff

·     Hukum kirchoff 1

R terbaca

V

I 1,2,3(perhitungan)

I total

I perhitungan

560

12 V

28 mA

63 mA

55 mA

680

12 V

18 mA

63 mA

55 mA

750

12 V

17 mA

63 mA

55 mA

·     Hukum kirchoff 2

 

R terbaca

I

V 1,2,3(perhitungan)

V total

V perhitungan

560

5 mA

1,288 V

4,992 V

9,95 V

680

5 mA

1,850 V

4,992 V

 9,95 V

750

5 mA

1,840 V

4,992 V

9,95 V

 

3.     Analisis mash

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

I=V/R

Arus Mesh (mA) 

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

976 Ω

6,89

7,059mA

IRa=I total

7,059

Rb

1000 Ω

975 Ω

1,951

2,001mA

IRb = Ia

2,001

Rc

1000 Ω

974 Ω

0,649

0,666mA

IRc = Ib

0,666

Rd

1000 Ω

977 Ω

5,17

5,318mA

IRd = Ic = I1-I2

5,058

Re

1000 Ω

976 Ω

1,296

1,327mA

IRe = Id = I2-I3

1,335

Rf

1000 Ω

971 Ω

1,903

1,959mA

IRf = Ie = I3

1,959

Rg

1000 Ω

972 Ω

0,639

0,657mA

IRg = If = I2

0,657


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1.      Hukum Ohm

Prinsip kerja Hukum Ohm didasarkan pada hubungan antara tegangan (V), arus listrik (I), dan hambatan/resistansi (R) dalam suatu rangkaian listrik dimana Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui suatu penghantar berbanding lurus dengan tegangan yang diberikan padanya, dan berbanding terbalik dengan hambatannya, selama suhu dan kondisi fisik penghantar tetap konstan. Dapat  dirumuskan dengan:

 V=IR 

V = tegangan dalam volt (V)

I = arus dalam ampere (A)

R = resistansi dalam ohm (Ω).

 

 

2.      Hukum Kirchoff

-  Hukum I Kirchoff (KCL): "Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan  jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu." Hukum I Kirchhoff biasa disebut Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).

 

Berdasarkan gambar di atas, besar kuat arus total yang melewati titik percabangan a secara matematis dinyatakan Σ Imasuk = Σ Ikeluar yang besarnya adalah I1 = I2 + I3.

 

-    Hukum II Kirchoff(KVL): "Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol."  ΣGGL +  Σ IR = 0

 

Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II Kirchhoff ini menjelaskan bahwa jumlah ggl dan penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan.

 

3.      Metode Mesh (Loop Analysis)

Metode mesh adalah salah satu teknik analisis rangkaian listrik yang digunakan untuk menghitung arus yang mengalir pada setiap jalur tertutup (loop) dalam suatu rangkaian. Prinsip kerja metode ini didasarkan pada penerapan Hukum Kirchoff Tegangan (KVL), yaitu hukum yang menyatakan bahwa jumlah total tegangan dalam satu loop tertutup adalah nol. Langkah pertama dalam metode ini adalah mengidentifikasi semua loop dalam rangkaian. Kemudian, diasumsikan arah arus pada masing-masing mesh secara searah jarum jam atau berlawanan. Setelah itu, untuk setiap mesh, dituliskan persamaan tegangan berdasarkan Hukum Ohm dan KVL, di mana tegangan pada setiap elemen adalah hasil kali antara hambatan dan arusnya. Jika ada resistor yang digunakan bersama oleh dua mesh, maka tegangan pada resistor tersebut dihitung menggunakan selisih arus kedua mesh. Semua persamaan yang terbentuk kemudian diselesaikan secara simultan, baik dengan substitusi, eliminasi, atau metode matriks, untuk memperoleh nilai arus pada masing-masing mesh 


3. Video Percobaan [Kembali]

Hukum Ohm


Hukum Kirchoff





4. Analisa[Kembali]

- Hukum Ohm

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan

    Jawab:

    *Resistansi terbaca 560, 1000, 1200 sedangkan resistansi perhitungan 614, 1120.9, 1.234

    Berdasarkan data pengukuran terdapat perbedaan antara resistansi terbaca langsung dan resistansi hasil perhitungan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan lebih besar dibandingkan hasil terbaca. Perbedaan ini disebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam melihat hasil alat ukur dan kurangnya ketelitian dalam merangkai rangkaian.


- Hukum Kirchoff

1. Bandingkan nilai I total perhitungan dengan I total pengukuran

    Jawab:

    *I total perhitungan 55mA dan I total pengukuran 63mA

        Berdasarkan data pengukuran terdapat perbedaan antara arus perhitungan dan arus pengukuran. Perbandingan ini menunjukkan bahwa hasil arus pengukuran lebih besar dibandingkan arus perhitungan. Perbedaan ini disebabkan oleh adanya hambatan tambahan dari kabel, konektor atau sambungan pada breadboard serta adanya toleransi hambatan pada nilai resistor yang digunakan.

2. Bandingkan nilai V total perhitungan dengan V total pengukuran

    Jawab:

    *V total perhitungan 9,95V dan V total pengukuran 4,992V

        Berdasarkan data pengukuran terdapat perbedaan antara tegangan perhitungan dengan tegangan pengukuran. Perbandingan ini menunjukkan bahwa hasil V perhitungan jauh lebih besar dari hasil V pengukuran. Perbedaan ini disebabkan karena adanya ketidaktelitian dalam memakai dan membaca hasil pengukuran pada alat yang digunakan


- Teorema Mesh

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur

    Jawab:


Resistor

Resistansi

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

976 Ω

Rb

1000 Ω

975 Ω

Rc

1000 Ω

974 Ω

Rd

1000 Ω

977 Ω

Re

1000 Ω

976 Ω

Rf

1000 Ω

971 Ω

Rg

1000 Ω

972 Ω



        Terdapat sedikit perbedaan yang dikarenakan oleh adanya nilai toleransi resistor

2. Bandingkan arus terukur dan arus hasil perhitungan
    Jawab:
    

I terukur(mA)

 I perhitungan(mA) 

7,059

IRa=I total

7,059

 

2,001

IRb = Ia

2,001

 

0,666

IRc = Ib

0,666

 

5,318

IRd = Ic = I1-I2

5,058

 

1,327

IRe = Id = I2-I3

1,335

 

1,959

IRf = Ie = I3

1,959

 

0,657

IRg = If = I2

0,657

 


    Terlihat bahwa perbandingan dari arus terukur dan perhitungan bisa dikatakan sama, adanya sedikit selisih mungkin terjadi akibat resistor yang sudah panas

5. Download File[Kembali]

[File Laprak]






Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 1

TUGAS PENDAHULUAN MODUL 1

Laporan Akhir Modul 1